Loading...
Loading...

Friday, April 5, 2013

Perubahan Sistem Perkemihan dan Pencernaan Pada Ibu Hamil




PERUBAHAN SISTEM PERKEMIHAN PADA IBU HAMIL

A.TRIMESTER I
http://2.bp.blogspot.com/-AyIwwERX73A/T5jhW_uw4II/AAAAAAAAAKg/XNtSFPnFgC0/s320/ibu-hamil.jpg
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan, sehingga sering timbul kencing. Keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada kehamilan normal, fungsi ginjal cukup banyak berubah. Laju filtrasi glomerulus(glomerular filtrasion rate) dan aliran plasma ginjal meningkat pada kehamilan. Ginjal wanita harus mengakomodasi tuntutan metabolisme dan sirkulasi tubuh ibu yang meningkat dan juga mengekskresi produk sampah janin. Fungsi ginjal berubah karena adanya hormon kehamilan, peningkatan volume darah, postur wanita, aktivitas fisik dan asupan makanan. Sejak minggu ke 10 gestasi, pelvis ginjal dan ureter berdilatasi. Ginjal pada saat kehamilan sedikit bertambah besar, panjangnya bertambah 1-1,5 cm, volume renal meningkat 60 ml dari 10 ml pada wanita yang tidak hamil. Ureter berdilatasi, perubahan fungsi ginjal selama kehamilan mungkin dipengaruhi oleh hormon maternal dan plasenta termasuk  Adenocortikotrofik Hormonal (ACTH), ADH (Anti Deuretik Hormon, Aldostro ,Aldosteron, Kortisol,HCS(Human ChorionicSomatotropin)) dan hormon Tiroid. Filtrasi glomerulus meningkat sekitar 50% selama kehamilan peningkatannya dari awal kehamilan relatif yang tinggi sampai aterm dan akan kembali normal pada 20 minggu postpartum.Glukosuria pada kehamilan tidak selamanya abnormal, hal ini mungkin berhubungan dengan peningkatan kortikosteroid. Bila sering terjadi harus diwaspadai terjadi diabetes mellitus. Peningkatan glukosa ini juga mempermudah terjadinya infeksi pada saluran perkemihan. Protein urine secara normal diekskresikan 200-300 mg/hari, bila melebihi 300 mg/hari maka harus diwaspadai terjadinya komplikasi.

B.TRIMESTER II
Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang, karena ureter mulai keluar dari uterus. Pada trimeser kedua, kandung kemih tertarik keatas dan keluar dari panggul sejati kearah abdomen. Uretra memanjang sampai 7,5 cm karena kandung kemih bergeser kearah atas. Kongesti panggul pada masa hamil ditunjukkan oleh hyperemia kandung kemih dan uretra. Peningkatan vaskularisasi ini membuat mukosa kandung kemih menjadi mudah luka dan berdarah. Tonus kandung kemih dapat menurun. Hal ini memungkinkan distensi kandung kemih sampai sekitar 1500 ml. Pada saat yang sama, pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun kandung kemih hanya berisi sedikit urine.

C.TRIMESTER III
Pada akhir kehamilan kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing akan mulai tertekan kembali. Selain itu juga terjadi hemodilusi menyebabkan metabolisme air menjadi lancar. Pada kehamilan tahap lanjut, pelvis ginjal kanan dan ureter lebih berdilatasi daripada pelvis kiri akibat pergeseran uterus yang berat ke kanan akibat terdapat kolon rektosigmoid di sebelah kiri. Perubahan-perubahan ini membuat pelvis dan ureter mampu menampung urine dalam volume yang lebih besar dan juga memperlambat laju aliran urine


PERUBAHAN SISTEM PENCERNAAN PADA IBU HAMIL
Sistem pencernaan atau sistem gastrointestinal, adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien,serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Selama kehamilan kebutuhan nutrisi ibu seperti vitamin dan mineral meningkat. Nafsu makan ibu meningkat sehingga intake makanan juga meningkat. Beberapa wanita hamil mengalami penurunan nafsu makan atau mengalami mual dan muntah. Gejala tersebut mungkin berhubungan dengan peningkatan hormone Human Chorionic Gonadotrophin (HCG).
Perubahan-perubahan yang mungkin terjadi saat hamil :
A.    Kavitas Mulut (Oral Cavity)
Salivasi meningkat akibat gangguan menelan yang berhubungan dengan mual yang terjadi terutama pada awal kehamilan. Pengeroposan gigi selama kehamilan bukan terjadi akibat kurangnya kalsium dalam gigi namun pengeroposan gigi mungkin terjadi akibat penurunan pH mulut selama kehamilan. Dentalcalciumis bersifat stabil dan tidak berkurang selama kehamilan seperti halnya kalsium tulang. Hipertrophi dan gusi yang rapuh dapat terjadi akibat peningkatan hormon estrogen. Defisiensi vitamin C juga dapat mengakibatkan gusi bengkak dan mudah berdarah. Keadaan gusi dapat kembali normal pada awal masa puerpurium.

B.     Motilitas Gastrointestinal
Selama kehamilan motilitas gastrointestinal mengalami penurunan akibat peningkatan hormon progesteron yang dapat menurunkan produksi motilin yaitu suatu peptida yang dapat menstimulasi pergerakan otot usus. Waktu transit makanan yang melewati gastrointestinal melambat/lebih lama dibanding pada wanita yang tidak hamil. Hal tersebut menyebabkan peningkatan penyerapan air dan sodium diusus besar yang mengakibatkan konstipasi.

C.     Lambung dan Esofagus
Produksi lambung yaitu asam hidroklorik meningkat terutama pada trimester pertama kehamilan. Pada umumnya keasaman lambung menurun. Produksi hormon gastrin meningkat secara signifikan mengakibatkan peningkatan volume lambung dan penurunan pH lambung. Produksi gastrik berupa mukus dapat mengalami peningkatan. Peristaltik esofagus menurun, menyebabkan refluks gastrik akibat dari lamanya waktu pengosongan lambung dan dilatasi atau relaksasi cardiac sphincter. Gastric reflux lebih banyak terjadi pada kehamilan lanjut karena elevasi lambung akibat pembesaran uterus. Disamping menyebabkan heartburn,  perubahan posisi berbaring seperti posisi litotomi, penggunaan anestesi berbahaya karena dapat meningkatkan regurgitasi dan aspirasi.

D.    Usus besar, usus kecil dan Appendik
Usus besar dan kecil bergeser keatas dan lateral, apendik bergeser secara superior Lateral pada ruang panggul. Posisi organ-organ tersebut kembali ke normal pada awal puerpurium. Pada umumnya motilitas mengalami penurunan seperti halnya tonus gastrointestinal yang mengalami penurunan.

E.     Kandung Empedu
Fungsi kandung empedu mengalami perubahan selama kehamilan karena hipotonia pada otot dinding kandung empedu. Waktu pengosongan lebih lambat dan inkomplit. Empedu mengalami penebalan dan empedu yang stasis menyebabkan formasi batu empedu.

F.      Liver
Tidak terjadi perubahan morfologi pada hati selama kehamilan normal, namun fungsi hati mengalami penurunan. Aktifitas serum alkalin fosfatase mengalami gangguan yang mungkin disebabkan karena peningkatan isoenzim alkalin fosfatase plasenta. Penurunan rasio albumin/globulin terjadi selama kehamilan merupakan suatu keadaan yang normal.

G.    Kelainan-kelainan system pencernaan saat hamil

1.      Hiperemesis Gravidarum
Adalah muntah yang terjadi pada awal kehamilan sampai umur kehamilan 20 minggu. Keluhan muntah yang kadang-kadang hebat mempengaruhi keadaan umum dan mengganggu pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi dan terdapat aseton dalam urin bahkan seperti gejala penyakit apendisistis, pyelititis dsb. Hiperemesis gravidarum di bedakan atas 3 tingkatan, yaitu:


·         Tingkat I
Muntah pertama keluar makanan, lendir dan sedikit cairan empedu dan yang terakhir keluar darah.
·         Tingkat II
Gejala lebih berat segala yang dimakan dan di minum dimuntahkan, disertai haus hebat.
·         Tingkat III
Kondisi tingkat III jarang terjadi, yang mulai terjadi gangguan kesadaran, muntah berkurang atau berhenti tetapi dapat terjadi Ikterus, Sianosis, gangguan jantung, bilirubin dan protein urea.

2.      Ulkus Peptikum
Adalah suatu keadaan adanya borok pada esophagus, lambung atau duodenum. Keadaan ini disebabkan oleh adanya peningkatan sekresi asam lambung dan pepsin dan di jumpai adanya bakteri Helikobakter pilori
.
3.      inflammantory Bowel Disease
Menggambarkan penyakit Crohn dan colitis ulcerative. Penyakit crohnadalah suatu penyakit kronik yang melibatkan usus besar. Kolitis ulserativa juga penyakit kronik yang melibatkan kolon dan rectum
Gejala klinik penyakit crohn adalah nyeri abdominal, diare, dan mungkin terdapat anemia dan penurunan BB, melena, fistula, atau sepsis perianal. Sementara itu, gejala klinik kolitis ulserativa sering dijumpai diare dan aliran mucus dan darah pada rectum.
4.      Kolestasis Obstetrik 
Adalah berkurangnya atau terhentinya aliran empedu. Air kemih menjadi berwarna gelap akibat dari bilirubin yang berlebih di dalam kulit dan air kemih. Tinja tampak pucat karena kurangnya billirubin dalam usus. Tinja juga bisa mengandung terlalu banyak lemak karena dalam usus tidak terdapat empedu untuk membantu mencerna lemak dalam makanan.

5.      Acute Fatty Liver(AFL)
Merupakan kelainan pada kehamilan yang sangat jarang, tapi sangat berbahaya. Gejala klinik dan tandanya tidak spesifik. Secara definisi, AFL adalah kegagalan hati akut dengan pengurangan kapasitas metabolic hati. Gejala awal berupa mual, muntah, nyeri epigastrik, dan malaise. Gejala lain yang lebih berat adalah pruritus, sakit kepala, demam, preeklamsia, penurunan sampai koma.

6.      Apendisitis Acute
Adalah suatu penyakit radang usus buntu.Gejala dan tanda klinik:-Anoreksia, mual, muntah, perut kembung
Demam-Nyeri perut kanan bawah, nyeri tekan dan nyeri lepas pada perutkanan bawah-Tanda Bryan: timbul nyeri bila uterus digeser ke kanan-Tanda Alder : untuk membedakan proses ekstrauterin dan intrauterin

7.      Diare Akut
Suatu keadaan dimana BAB > 3x /hari dengan konsistensi tinja yang cair dan berlangsung 7-14 hari.Penyebab diare akut dapat berupa mikroorganisme, toksin, obat – obatan,dan psikis.Gejala dan tanda klinik:-Nausea, muntah, nyeri perut-Demam-Mencret > 3x/hari dengan konsistensi cair 

8.      Hemoroid(wasir)
Hemoroid terlihat seperti bantalan jaringan dari varikosis vena yang merupakan insufisiensi kronik vena yang terdapat di daerah anus. Gejalanya antara lain merasa gatal, sakit, dan berdarah terutama sesudah BAB yang mengeras.Hemoroid dibagi menjadi dua, yaitu:a. Hemoroid Internal pembengkakan terjadi dalam rectum, sehungga tidak dapat dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit syaraf di daerah rectum

9.      Konstipasi
Konstipasi ditandai dengan adanya tinja yang keras sehingga BAB jarang,sulit dan nyeri. Konstipasi terjadi karena diet yang kurang sehat (fibres), kurangminum, kurang aktivitas fisik, dank arena adanya perubahan ritme atau frekuensi BAB, kehamilan dan mungkin juga karena obat – obatan (vitamin)


No comments:

Post a Comment